Pilihlah untuk Lebih Baik Diam Jika Kamu…

Pilihlah untuk Lebih Baik Diam Jika Kamu…

November 28, 2020 0 By Faali Muhammad

Halo Gengs, di artikel kali ini aku akan sharing tentang hal yang berhubungan dengan peribahasa “diam itu emas”, kondisi seperti apa sih yang membuat kita lebih baik memilih diam dibanding berbicara.

Pikirkanlah hal-hal berikut ini setiap Kamu akan bicara. Terutama di kondisi khusus seperti pekerjaan (meeting, coaching, dll), pembicaraan serius dengan orang lain, mendengarkan curhatan orang-orang terdekat, dan kondisi lainnya.

Apa saja kondisi itu? Langsung aja check it out!⁣

1. Tetaplah diam jika kondisimu sedang emosi

Penuh amarah yang mungkin akan meluap dan berakibat sikap dan perkataanmu akan agresif, baik yang disebabkan oleh lawan bicaramu ataupun oleh hal lain sebelumnya.⁣

Jika ada teman kerja atau anggota kerja dan orang lainnya seketika membuatmu marah, dan kamu harus memberitahunya atau membuat keputusan, lebih baik kamu keep terlebih dahulu apapun yang ingin kamu katakan. Mungkin kamu memiliki pengalaman serupa, perkataan yang keluar ketika kita marah terkadang kita sesali bahkan seketika setelah kita mengatakannya.

Jadi, tahan dirimu untuk tetap dingin dan tenang y, walaupun di dalam hati dan kepala benar-benar panas.

2. Lebih baik diam ketika kamu tidak mengetahui fakta dan kebenaran secara menyeluruh

Ketika kamu tidak mengetahui fakta dan kebenaran secara menyeluruh tentang hal yang sedang dibahas. Mengatakan “tidak tahu” atau “akan Saya cari dulu jawabannya” lebih baik dibanding berbicara sok tau tanpa ilmu.⁣

Mau posisimu setinggi apapun, meskipun kamu ingin terlihat bahwa kamu mengetahui segala hal, lebih baik keep dulu apa yang ingin kamu katakan. Apalagi jika kamu ragu dan hal yang ingin kamu katakan hanya sebatas dari logika sesaat kamu.

Ketika kamu berbicara dengan anggotamu di tempat kerja, jangan sungkan untuk bertanya ketika kamu ragu. Hal itu tidak akan merendahkan martabatmu di depan anggotamu. Bahkan jika kamu mengatakan hal yang sok tahu dan anggotamu yang mendengar benar-benar mengetahui tentang hal tersebut, mungkin hal itu akan terdengar konyol oleh anggotamu.

So, jika kamu benar-benar ingin memberitahu seseorang dan kamu lupa detailnya, keep saja dulu dan cari tahu tentang hal itu kemudian temui mereka lagi dengan kebenaran penuh yang telah kamu dapatkan.

3. Jika Kamu menyadari bahwa kata-kata yang ingin Kamu sampaikan

Sebelum kamu menyampaikan sesuatu, pikirkanlah. Apakah hal yang akan kamu sampaikan membuat kondisi yang ada menjadi tidak enak untuk kedua pihak. Atau kata-kata tersebut tidak perlu disampaikan dan Kamu tau Kamu akan menyesalinya kemudian bila Kamu katakan.

Atau juga kata-katamu akan membuat lawan bicaramu berpikir jelek ke orang lain yang sedang Kamu bahas. Hindari bicara provokasi dan adu domba ya.⁣ Karena hal tersebut tidak memberikan keuntungan untukmu, bahkan habitmu akan terbentuk untuk membicarakan kejelekan orang dan menjadi karaktermu ke depannya.

4. Seperti poin 3.

Jika Kamu sendiri mendengar kata-katamu dan Kamu merasa tidak nyaman, maka jangan sampaikan kepada orang lain, tetaplah diam.⁣⁣ Dan apabila kamu merasa nyaman, pikirkanlah bahwa setiap orang tidak sama. Kamu harus menyadari dan selalu ingat bahwa perasaan dan tingkat kepekaan tiap orang itu tidaklah sama.


Selalu ingat kata-kata ini

Berbicara itu ibarat adalah perak, diam adalah emas.⁣

Kata-kata baik yang kamu sampaikan itu bernilai perak. Dan kata-kata yang kamu simpan dalam dadamu dan tidak kamu sampaikan ketika kamu tahu apa yang akan kamu sampaikan itu tidak bermanfaat, dapat menyakiti orang lain, dan membuat kondisi menjadi tidak nyaman, itu bernilai emas.

Jadi dua-duanya baik untuk kamu lakukan.

Jadi, itu saja artikelku kali ini. Jangan lupa cek artikel lainnya di Indocean.id ya dan see yaa…